BOOTING ^-^
Pengertian BOOTING
=> adala
h proses dimana suatu komputer dan operating system - nya mulai bekerja dengan menginisialisasi semua device yang ada di komputer beserta driver-driver yang akan menjalankannya. Atau pengertian sederhananya yaitu
proses untuk menghidupkan komputer sampai sistem operasi mengambil alih proses.
Urutan Proses BOOTING
- Saat komputer dihidupkan, processor menjalankan BIOS, dan
kemudian BIOS melakukan POST (power on-self test), yaitu memeriksa atau
mengecek semua hardware yang ada. Kegiatan ini bisa dilakukan, jika
setting BIOS benar.
- BIOS akan mencari disk boot untuk menjalankan sistem operasi.
- Sistem operasi berjalan dan siap digunakan.
Macam-Macam BOOTING
- Cold Booting
Cold booting berasal dari bahasa Inggris, Cold = dingin dan booting = proses menghidupkan komputer. Jadi, Cold booting artinya proses menghidupkan komputer saat komputer
dalam keadaan mati (dingin).
Cara melakukan Cold Boot :
- Tancapkan Kabel Power ke stop kontak
- Pastikan peralatan komputer (monitor, keyboard, mouse, dll) terpasang benar.
- Pencet tombol power pada casing PC.
Proses yang dialami ketika Cold Boot :
- PSU. “Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power
Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa komputer
siap dinyalakan.”
- BIOS ROOM. “BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian
akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya/”
- Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS akan memberikan
kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses
akan terhenti sampai masalah terselesaikan.
- BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.
- BIOS utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan BIOS.
- Start Up. “BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.”
- Memory BIOS. “BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)”
- Hardware BIOS. “BIOS akan mencari dan menguji hardware-hardware yang tersambung dengan komputer.”
- PnP (Plug and Play) BIOS. “BIOS akan membaca dan konfigurasi
hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB
Mouse, dll) secara otomatis.”
- BIOS Screen Configuration. BIOS akan menampilkan kesimpulan konfigurasi.
- BOOT Drive. “Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.”
- BOOT Record. “Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan
mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot
Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.”
- Operating System. “BIOS memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.”
- Error. “Jika BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan berhenti.”
2. Warm Booting
Warm = panas. Jadi Warm booting artinya
proses penghidupan komputer (kembali) saat komputer dalam keadaan hidup (panas)
atau disebut reboot atau restart.
Cara melakukan Warm Boot :
- Pastikan komputer masuk pada Sistem Operasi. Lakukan lah restart pada komputer anda dengan memilih menu yang ada pada OS.
- Ketika komputer belum masuk ke OS, tekan tombol CTRL+ALT+DEL.
- Pencet tombol restart yang ada pada casing PC.
Proses yang dialami ketika Warm Boot :
- PSU. “Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power
Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa komputer
siap dinyalakan.”
- BIOS ROOM. “BIOS ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian
akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya/”
- Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS akan memberikan
kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses
akan terhenti sampai masalah terselesaikan.
- BIOS pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.
- BIOS utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan BIOS.
- Start Up. “BIOS akan menampilkan layar start up pada layar monitor.”
- Memory BIOS. “BIOS akan menguji keadaan memori (RAM)”
- Hardware BIOS. “BIOS akan mencari dan menguji hardware-hardware yang tersambung dengan komputer.”
- PnP (Plug and Play) BIOS. “BIOS akan membaca dan konfigurasi
hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB
Mouse, dll) secara otomatis.”
- BIOS Screen Configuration. BIOS akan menampilkan kesimpulan konfigurasi.
- BOOT Drive. “Bios akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.”
- BOOT Record. “Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS akan
mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot
Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.”
- Operating System. “BIOS memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.”
- Error. “Jika BIOS tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan berhenti.”
Masalah-Masalah yang terjadi Saat Proses BOOTING => Komputer Tidak Bisa BOOTING
Biasanya pada komputer yang tidak bisa booting terjadi kerusakan atau
kesalahan pada hardware dan yang
bisa di curigai adalah PSU, Prosessor,
RAM, dan VGA Card. Dan jika terjadi kerusakan pada salah satu dari
keempat hardware tersebut, komputer akan mengeluarkan suara beep yang
berbeda :
- Jika berbunyi pendek satu kali berarti komputer berjalan normal.
- Bunyi beep satu kali tetapi panjang masalah pada RAM, (RAM rusak atau kurang pas dalam pemasangannya)
- Bunyi satu kali panjang kemudian diikuti tiga kali pendek terjadi
masalah pada VGA card (coba lepas kemudian pasang kembali, jika masih
terjadi hal yang sama coba ganti dengan VGA Card yang lain)
- Tidak berbunyi dan monitor tetap tidak ada tampilan, biasanya
kesalahan pada prosessor (terlalu panas atau prosesor mati) lepas
Prosessor, bersihkan kipas.
Trik Untuk Mempercepat Proses BOOTING
Dua cara mempercepat booting pada windows XP, baik yang menggunakan software ataupun mengubah settingan pada komputer.
Berikut 2 cara untuk mengoptimasi kinerja booting windows XP :
Cara Pertama
- Kita Buka notepad dulu, lalu setelah itu kita Ketik del
c:windowsprefetchntosboot-*.*/q kemudian simpan, kita simpan dengan nama
ntosboot.bat di drive c:
- Lalu proses selanjutnya adalah pilih (“Start” lalu “Run” lalu setelah itu ketik gpedit.msc).
- Pada proses yang ketiga pilih “Configuration” lalu kemudian pilih
“Windows Settings” lalu pilih “Script” lalu klik 2 kali pada menu
Shutdown.
- Pada Windows Shutdown Properties pilih add kemudian browse. Dan
setelah itu kita cari letak file ntosboot.bat yang udah kita bikin lalu
kita klik open. Kemudian pilih OK ,Apply lalu OK lagi. Sekarang kita
klik menu “Start” lalu “Run” lalu “devmgmt.msc”.
- Dan yang langkah ke lima, pilih “IDE ATA/ATAPI controllers” kemudian “Primary IDE Channel”.
- Klik “Advanced Settings” dan kemudian optional di Device 0 atau Device 1 Ganti menjadi None.
- Langkah ke 7, Pilih “IDE ATA/ATAPI controllers” lalu “Secondary IDE Channel”, ulangi langkah 6
- Restart, dan selesai.
Cara Kedua
Kalo cara yang ini pake software, nah untuk download software nya silahkan klik
Disini
- Kalo sudah download Bootvis nya maka buka aplikasi nya, pilih “Trace” ”Next Boot + Driver Delays” Ok!.
- Setelah restart dan kembali lagi, pilih “Trace” lalu “Optimize System” lalu” pilih “Reboot Now”.
- Dalam beberapa saat software ini akan bekerja mengoptimalkan
komputer anda dan silahkan tunggu proses optimasi nya sampai selesai.
setelah selesai kita dapat me restart komputer kita dan kita bisa
merasakan booting komputer kita menjadi lebih cepat.
Tambahan
Pada
saat booting kita dapat melakukan interupsi untuk melihat/ mengatur
konfigurasi BIOS. Caranya yaitu dengan menekan tombol Del atau tombol
yang lain tergantung dari jenis BIOS-nya.
Setting Konfigurasi BIOS
Ada
banyak option didalam BIOS pada umumnya dibagi dalam beberapa kategori.
Ex : Standard CMOS, BIOS Features, Power Management, Integrated
Systems, dll. Setiap kategori terdiri dari option-option pilihan , misalnya
Standar CMOS Setup ; konfigurasi hardware yang paling dasar seperti date, time, hd, drive, video,
Bios
Features Setup ; Konfigurasi untuk tingkat lanjuntan seperti Virus
warning, CPU internal Cache, External Cache, Quick Power On Self Test,
Boot Sequences, dll Integrated Peripheral ;
Advanced Chipset
Features ; option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan
professional, ada DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP
aperture, AGV mode.
Integrated Peripherals ; Mengendalikan
fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port serial mau pun
paralel. Nonaktifkan ( disabled) saja yang Anda tidak butuhkan untuk
dapat membebaskan IRQ.
PnP/PCI Configurations ; Sebaiknya pilih semua
konfigurasi pada pilihan Auto, kecuali port USB atau grafik 3D yang
sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.
Load BIOS Default & Load SETUP default ; untuk mengembalikan fungsi secara standar sebelum diubah-ubah.
Power
Management Setup ; Semakin canggih mekanisme penghematan
energi, semakin membingungkan pilihannya manajemen power-nya. Setting
yang tepat dapat menghemat uang Anda.
Source :
http://mafika.forumotion.net/t204-proses-booting-pada-komputer
http://aditirto.multiply.com/journal/item/11/Proses_Booting_Komputer
http://www.techinfo.web.id/search/label/BOOT
http://flsa.wordpress.com/2008/04/09/proses-booting/
http://www.olajuwon.web.id/2011/02/komputer-tidak-bisa-booting.html
OLDER |